• Lorem ipsum
  • Dolor sit a met
the most complete music search engine

Ernest Prakasa Tak Tertarik Jadi Juru Kampanye Jokowi Di Pilpres 2019

Posted on April 05, 2018 by Doenx
91 out of 100 based on 510 user ratings

TABLOIDBINTANG.COM - Ernest Prakasa mengaku kagum pada sosok presiden Joko Widodo atau Jokowi. Termasuk pada pencapaiannya empat tahun belakangan sebagai orang nomor satu di Indonesia. 

Tapi, Ernest Prakasa tidak tertarik untuk bergabung dengan tim pemenangan Jokowi dan Maruf Amin di pemilihan presiden (Pilpres) tahun depan. 

"Gue memang dari jauh hari nggak pernah mau sih (jadi juru kampanye)," ungkap Ernest Prakasa, saat dijumpai di bilangan Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (8/11).

Ernest Prakasa mengaku kagum pada sosok presiden Joko Widodo atau Jokowi. (Seno/tabloidbintang.com)

Ernest Prakasa mengaku kagum pada sosok presiden Joko Widodo atau Jokowi. (Seno/tabloidbintang.com)

Terkait keriuhan menyambut Pilpres 2019, Ernest Prakasa kerap menuangkan pendapatnya di media sosial. Tapi, kata Ernest, cukup sebatas itu saja dirinya bersuara.

"Gue nggak mau terjun ke politik praktis. Gue melabeli diri gue simpatisan aja, warga yang merasa presiden kita itu orang baik, yang patut didukung. Gue memang vokal di Sosmed, tapi ya sebatas itu aja," kata Ernest Prakasa. 

"Biar bagi-bagi peran lah, ada yang udah ke sana (politik). Banyak artis juga, Cathy Sharon juga, jadi ya udah lah bagi-bagi peran," imbuhnya.

Sebagai pelaku seni, Ernest Prakasa sangat bangga ketika karyanya diapresiasi oleh sang presiden. Ia pun berharap Jokowi bisa menonton film terbarunya, Milly & Mamaet, yang mulai tayang 20 Desember mendatang.

Ernest Prakasa mengaku kagum pada sosok presiden Joko Widodo atau Jokowi. (Seno/tabloidbintang.com)

Ernest Prakasa mengaku kagum pada sosok presiden Joko Widodo atau Jokowi. (Seno/tabloidbintang.com)

(ari/ari)

YANG INI LEBIH HEBOH

loading...

KOMENTAR

Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.