• Lorem ipsum
  • Dolor sit a met
the most complete music search engine

Vicky Prasetyo Hadiri Sidang Cerai Dengan Angel Lelga Didampingi Tim Kuasa Hukum

Posted on February 18, 2017 by Dudung
93 out of 100 based on 812 user ratings

TABLOIDBINTANG.COM - Vicky Prasetyo didampingi sejumlah pengacaranya saat menhadiri sidang percerainnya dengan Angel Lelga di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Kamis (08/11).

Vicky-Prasetyo_MRK20181108_1.jpg

Angel Lelga kembali absen di sidang lanjutan perkara cerai dengan Vicky Prasetyo. Oleh karena itu, di sidang ketiga ini majelis hakim pun memutuskan untuk melanjutkan masuk ke pokok perkara.

"Agendanya sudah pada permasalahan pokok perkara, termohon tidak hadir sudah dipanggil. Jadi majelis lanjut ke agenda berikutnya, insya Allah minggu depan pemeriksaan saksi, bukti, dan lain-lain," ujar Salahudin Pakaya, kuasa hukum Vicky Prasetyo, di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Kamis (8/11).

Vicky-Prasetyo_MRK20181108_2.jpg

Salahudin mengatakan, timnya juga sudah mendatangi Angel untuk meminta buku nikah. Pihaknya juga memohon agar Angel koorperatif dalam menjalani proses sidang cerai ini.

Vicky-Prasetyo_MRK20181108_3.jpg

"Kuasa hukum sudah menghampiri termohon untuk meminta buku nikah, dan alhamdulillah sudah diberikan oleh termohon kepada kuasa hukum. Itu yang akan dijadikan bukti oleh pemohon untuk lebih meyakinkan kepada majelis, bahwa permohonan kami dikabulkan," jelas Salahudin.

Vicky-Prasetyo_MRK20181108_4.jpg

Vicky Prasetyo sendiri tak bisa memaksa Angel untuk hadir di Pengadilan. Namun jika proses ini ingin cepat selesai, kata Vicky, sebaiknya Angel hadir dalam sidang.

Vicky-Prasetyo_MRK20181108_5.jpg

"Kalau mau lebih cepat dan clear permasalahannya, memang harus datang dan berkomunikasi maunya apa. Kan kalau pisah sama-sama sepakat lebih cepat daripada seperti ini," pungkas Vicky Prasetyo.

loading...

KOMENTAR

Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.