• Lorem ipsum
  • Dolor sit a met
the most complete music search engine

Hampir 20 Tahun Di Indonesia, Pesinetron Claudio Martinez Masih Berstatus Wna

Posted on February 16, 2017 by Akay
83 out of 100 based on 771 user ratings

TABLOIDBINTANG.COM - Pesinetron Claudio Martinez sudah tinggal cukup lama di Indonesia, hampir 20 tahun lamanya. Dia menetap di Indonesia sejak 2000-an sampai sekarang. Meski begitu pemilik nama lengkap Claudio Hernan Martinez Gallardo masih berstatus sebagai warga negara asing atau WNA.

Hal itu diketahui dalam jumpa pers penangkapan Claudio Martinez terkait kasus narkoba di Polres Metro Jakarta Barat, Jumat (9/11).

"Yang bersangkutan saat ini masih WNA yang sudah memiliki visa atau izin tinggal tetap sampai Maret 2022," terang Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Erick Frendriz di kantornya.

Claudio Martinez ditangkap karena kasus narkoba. (Rahman/tabloidbintang.com)

Claudio Martinez ditangkap karena kasus narkoba. (Rahman/tabloidbintang.com)

Claudio Martinez menjadi sorotan petugas kepolisian sejak melakukan pesta narkoba di salah satu tempat di bilangan Jakarta Barat. Informasi tersebut diperoleh polisi berdasarkan aduan dari masyarakat, di mana Claudio Martinez kabarnya kerap melakukan pesta narkoba bersama teman-temannya.

Setelah dilakukan penyelidikan mendalam, Claudio Martinez akhirnya ditangkap di kediamannya di bilangan Depok, Jawa Barat, Rabu (7/11) lalu.

Saat dilakukan penangkapan, Claudio Martinez sangat koperatif dan menyerahkan barang bukti narkoba jenis ganja yang dimilikinya.

"Dia sangat koperatif. Dia ambil sendiri barang buktinya dari lemari dan diserahkan kepada petugas. Tanggal 31 Oktober dia membeli 3 paket. Dua paket habis, tinggal 1 paket lagi," kata AKBP Erick Frendriz.

(man/bin)

Penulis Abdul Rahman Syaukani

Editor Binsar Hutapea

YANG INI LEBIH HEBOH

loading...

KOMENTAR

Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.